Zonaclix - A Place to Earn online!
Th

celana dalam spg baleno

Upskirt baby margaretha seorang spg event kelihat celana dalamnya yang seksi dan super hot. foto ini diambil ketika ada acara pameran suzuki neo baleno. Nah akhirnya foto ini populer dengan sebutan celana dalam spg baleno by baby margaretha karena nama spg baleno cantik ini adalah baby margaretha. Jangan ngiler ya ketika lihat celana dalamnya yang super mulus warna kuning. Baru-baru ini ada versi video nya yang beredar

Cewek-cewek Bertato Super Sexy

Cewek-cewek Bertato Super Sexy

20 Kota di Indonesia dengan Populasi Cewek Cantik Terbanyak

Ini dia, kota yang menurut sebagian besar pemilih mempunyai populasi cewek yang cantik2. Perpaduan kulit mulus, body bagus, wajah yang rata2 "baby face", senyum menawan, murah senyum dan tutur kata yang halus.

GAMBAR-GAMBAR KHUSUS DEWASA YANG LUCU DAN UNIK

Kita ada kalanya terkecoh dengan gambar-gambar yang kita temui, baik itu di kampus, rumah atau bahkan di tempat yang tak terduga, banyak hal yang menarik dapat kita temui dalam sebuah gambar, ada satu gambar yang mempunyai 2 makna, arti , guna ataupun lebih, hal ini tentunya sangat menarik untuk di amatik, nah di bawah ini ada beberap[a gambar dan bentuk benda kkhusus dewasa yang unik dan menarik, maksud khusus dewasa disini adalah benda0benda ini sangat berhubungan dengan orang dewasa, langsung lihat gambarnya bos...

Daftar Isi

Tampilkan postingan dengan label Sepakbola. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sepakbola. Tampilkan semua postingan

Jumat, 18 Maret 2011

12 Striker Sepakbola Terbaik Sepanjang Masa

12. Gabriel Batistuta
Ia menolak pindah ke klub lain meskipun Fiorentina degradasi ke Serie B Italia pada musim 1992/93. Namun pada tahun berikutnya, striker Argentina yang kerap disapa Batigol ini membawa klubnya kembali ke Serie A. Dari Newell’s Old Boys hingga gantung sepatu di Al Arabi, Batigol mengemaskan total 254 gol dari 441 kali main. Setelah sembilan musim bersama Fiorentina, ia dijual ke AS Roma dan menjadi sumber inspirasi utama Giallorossi untuk meraih scudetto ketiga dalam sejarahnya.


11. Thierry Henry
Kala membela Arsenal, Henry menjadi topskor Liga Primer Inggris sebanyak empat kali (2002, 2004, 2005 dan 2006) dan menjadi pemain tersubur The Gunners dengan 226 gol dari semua kompetisi. Ia juga meraih dua gelar penting bersama timnas Prancis, yakni Piala Dunia 1998 dan Euro 2000.
10. Roberto BaggioSayangnya, Baggio lebih diingat dengan kegagalannya mengeksekusi tendangan dari titik putih sehingga Italia kalah adu penalti melawan Brasil di final Piala Dunia 1994. Tapi, tanpa penampilan Baggio yang gemilang sepanjang turnamen itu, Azzurri tak mungkin mencapai final. Ia menjadi anak emas sepakbola Italia sejak bergabung dengan Fiorentina pada 1985, sebelum rekor transfernya ke Juventus menjelang Piala Dunia 1990. Dikenal dengan sebutan “The Divine Ponytail” karena rambut kuncir dan ketaatannya menjalankan agama Budha, Baggio meraih scudetto dua kali – bersama Juventus pada 1994/95, dan AC Milan pada musim berikutnya. Pemain Terbaik Dunia versi FIFA pada 1993.
9. Alessandro Del Piero
Juventus forever, per sempre, selamanya! Itulah si Pinturicchio yang sudah lima kali scudetto bersama Bianconeri dan menjadi ikon klubnya dengan 500 penampilan lebih. Sama halnya dengan Batigol, ia pun menolak keluar dari klubnya yang degradasi pada 2006 akibat kasus Calciopoli. Titel U-21 Eropa pada 1994 dan 1996 disandangnya, ditambah lagi gelar juara Piala Dunia 2006. Loyalitas adalah emas!
8. Marco van Basten
Torehan 218 gol dari 280 penampilan bersama Ajax dan AC Milan bukan prestasi yang mudah diraih. Ia juga mengoleksi hat-trick gelar pada 1992 – Pemain Terbaik Dunia versi FIFA, Pemain Terbaik Eropa, dan Pemain Terbaik Dunia. Marco van Basten menjadi pemain yang sukses mengikuti jejak Johan Cruyff, sekaligus memimpin Belanda juara Eropa untuk pertama kalinya pada 1988. Bersama AC Milan, ia meraih Piala Eropa pada 1989 dan 1990. Sayangnya, cedera pergelangan kaki memaksanya pensiun lebih dini. Meski demikian, Van Basten tetap berkiprah dalam dunia sepakbola. Ia melatih timnas Belanda pada 2004-08 dan kini mengasuh Ajax.
7. Ronaldo (Ronaldo Luiz Nazario da Lima)
Sang fenomena ini sudah dua kali meraih hat-trick gelar Pemain Terbaik FIFA, Eropa dan Dunia. Nama Ronaldo mulai bangkit ketika melesatkan 58 gol dalam 60 pertandingan di awal karirnya bersama Cruzeiro pada 1993. Setelah dua musim yang gemilang bersama PSV Eindhoven, ia bergabung dengan Barcelona pada 1996 dan membukukan 34 gol dalam 37 laga untuk menjadi topskor. Bersama Inter Milan, Ronaldo ‘mengejek’ gaya pertahanan klub Italia lainnya. Alhasil, 25 gol dikemasnya, sekaligus membawa Inter juara Piala UEFA – semuanya dalam musim pertamanya. Ia juga meraih topskor pada dua musim pertamanya bersama Real Madrid. Duka kekalahan 3-0 dari Prancis pada final Piala Dunia 1998 terhapus, ketika Ronaldo membawa Brasil juara Piala Dunia berikutnya. Ia menjadi topskor dengan 8 gol, dan dua di antaranya dicetak di final melawan Jerman.
6. Bobby Charlton (Sir Robert Charlton)Inilah salah satu pemain terbaik Inggris sepanjang masa. Bobby Charlton meraih 106 caps dan 49 gol bersama timnas Inggris. Sebagai bagian dari “Busby Babes” yang selamat dari tragedi Munich 1958, Charlton sepuluh tahun kemudian membawa Manchester United menjadi klub pertama Inggris yang juara Piala Eropa. Charlton juga membantu tuan rumah Inggris meraih Piala Dunia 1966. Perlawanan Charlton kontra Eusebio di semifinal melawan Portugal dikenang sebagai pertandingan terbaik Inggris sepanjang masa.
5. Alfredo Di StefanoKetika membela Real Madrid, Di Stefano mengoleksi delapan titel Liga Spanyol dan memenangkan lima edisi pertama Piala Eropa. Ia juga melesatkan gol dalam setiap pertandingan final. Kepemimpinannya di lapangan ditambah skill menakjubkan membuat Di Stefano menjadi faktor utama Real Madrid mendominasi Eropa pada akhir 1950-an. Namun, Di Stefano gagal di tingkat internasional. Ia pernah memperkuat timnas Argentina, Kolombia dan Spanyol, tapi tak satupun gelar Piala Dunia direbut. Ia selalu dikenang ketika menciptakan hattrick saat Real Madrid membantai Frankfurt 7-4 untuk mengangkat trofi Piala Eropa kelima kalinya beruntun.
4. Ferenc Puskas
Inilah striker yang kualitasnya akan sulit ditemui lagi di Hongaria. Bersama timnas, ia mencatat rekor 84 gol dari 85 caps. Tubuhnya pendek, dadanya rata, tapi kekuatannya terletak pada kaki kirinya yang mampu melepaskan tembakan secepat kilat. Setelah meraih medali emas Olimpiade 1952 sekaligus mengakhiri dominasi Inggris di Eropa, timnas Hongaria menjadi favorit juara Piala Dunia 1954. Tim berjuluk “Mighty Magyars” melesakkan 17 gol dalam babak grup sebelum menyingkirkan Brasil dan Uruguay. Meskipun cedera berat, Puskas memaksakan dirinya tampil di final, bahkan mencetak gol sebelum kalah secara menyakitkan oleh Jerman Barat.
3. Eusebio (Eusebio da Silva Ferreira)
Pemenang Sepatu Emas di Piala Dunia 1966 ini mencetak sembilan gol buat Portugal sebelum tersingkir di semi-final oleh tuan rumah Inggris, yang kemudian keluar sebagai juara. Eusebio menjadi pemain Afrika pertama (kelahiran Mozambique) sehingga dikenal sebagai “Pele versi Eropa” – dan hingga kini masih dinobatkan sebagai pemain terbaik Portugal sepanjang masa. Dari Benfica hingga Sporting Lisbon, nama Eusebio bersinar di usia 19, ketika mencetak hat-trick ke gawang Santos (yang kala itu diperkuat Pele) pada Turnamen Paris 1961. Eusebio menjadi topskor Liga Portugal tujuh kali dan meraih Pemain Terbaik Eropa pada 1965. Dua golnya ke gawang Real Madrid membantu Benfica meraih Piala Eropa untuk kedua kalinya pada 1962. Sayangnya, ia cedera lutut dan terpaksa gantung sepatu pada umur 32 tahun. Ia menorehkan 41 gol dari 64 caps internasional.
2. Johan Cruyff
Inilah master of total football. Kapten Cruyff memimpin Belanda di Piala Dunia 1974, dengan mencetak dua gol baik ke gawang Argentina maupun Brasil, sebelum dikalahkan Franz Beckenbauer dan Jerman Barat di partai puncak. Johan Cruyff merupakan nama paling terkenal dalam sejarah sepakbola Belanda. Ia menjadi pemeran utama dalam dominasi Ajax di kancah Eropa pada era 1970-an. Ia mendominasi Belanda dengan delapan titel domestik bersama Ajax ditambah satu lagi di Feyenoord. Tiga gelar Piala Eropa berturut-turut diraih pada 1970 hingga 1973 sebelum hijrah ke Barcelona. Ia pensiun menjelang Piala Dunia 1978, dan selanjutnya sukses melatih dua bekas klubnya.
1. Pele (Edson Arantes do Nascimento)
Pada usia 17 tahun, Pele (foto) memborong enam gol di Piala Dunia 1958, dan menjadi sumber inspirasi Brasil meraih titel pertamanya. Karirnya penuh dengan prestasi, di dalam maupun luar lapangan, dan saat ini menjadi duta besar sepakbola. Angka-angkanya: 470 gol dalam 412 penampilan bersama Santos, dan 77 gol dari 92 caps di timnas Brasil. Tiga kali juara Piala Dunia, sepuluh titel Campeonato Paulista, dua Copa Libertadores. Butuh penjelasan apa lagi?

10 Kostum Sepak Bola Legendaris

10. Juventus
Kostum ini dipakai Juventus sebagai peringatan 100 tahun berdirinya La Vecchia Signora. Warna merah jambu (pink) dipakai karena warna itulah yang dipakai saat Juve pertama kali berdiri. Untungnya, saat memasukki abad ke-20, kostum hitam-putih mulai dipakai. Jika tidak, mungkin julukan Juventus kini menjadi Colore Rosa (pink) yang jauh lebih feminim.
9. Kroasia, 1996
Pada penampilan perdananya di turnamen besar, Kroasia langsung menggebrak dunia karena berhasil masuk hingga perempat-final Euro 1996 di Inggris. Bermaterikan beberapa pemain bekas tim juara Piala Dunia Yunior 1987, Kroasia hanya kalah dari Jerman, yang akhirnya menjadi juara, di Old Trafford. Kostum kotak-kotak merah-putih juga menjadi inovasi tersendiri dalam kejuaraan itu.
8. Ajax Amsterdam
Kostum kandang Ajax seperti yang dikenakan Edgar Davids sudah melegenda
Bagian vertikal merah di tengah dan diapit oleh putih di masing-masing sisi menjadi ciri khas tersendiri bagi raksasa Belanda ini. Mungkin hanya perubahan sponsor yang memberikan sentuhan berbeda yang tak signifikan untuk jersey yang unik tetapi sederhana ini.
7. Denmark, 1986
Kostum ini mendatangkan cukup banyak kontroversi, serupa seperti kemunculan tim Skandinavia ini. FIFA sempat ikut campur dalam masalah ini, karena bukan hanya baju yang separuh merah dan putih, tetapi juga celana. Akhirnya, celana pun berubah menjadi putih, tetapi prestasi Denmark di Piala Dunia Meksiko 1986 tetap luar biasa dengan mencatat nilai sempurna di babak grup termasuk dari tim kuat Jerman Barat, tetapi akhirnya dibantai Spanyol di 16 besar.
6. Real Madrid, 1960-an
Kejayaan Real Madrid pada era 1960-an di atas lapangan hijau, bukan hanya memberikan inspirasi dari permainan mereka di lapangan, tetapi juga dari kostum tim yang digunakan. Warna putih polos dan tak dirusak oleh motif ataupun logo dicontoh oleh banyak tim, termasuk Leeds United dan kini LA Galaxy.
5. Jorge Campos, 1990-an
http://3.bp.blogspot.com/_TW0Tabe8JRA/TQCqL_BqvpI/AAAAAAAAAU4/o6qEmAXvqAM/s1600/galeriaequipacionesllama1.jpg
Inilah salah satu kostum kebanggaan Jorge Campos yang cenderung bercorak warna-warni
Kiper Meksiko ini menjadi satu-satunya peserta individu yang masuk dalam daftar ini. Kiper eksentrik ini dikenal dengan kepiawaiannya di bawah mistar, dan lebih karena kostumnya yang unik. Campos dikenal sering merancang sendiri kostum yang dipakai. Meskipun terkadang aneh dan tak masuk akal sehat, tetapi keberaniannya untuk tampil beda patut diacungi jempol.
4. Glasgow Celtic, 1967
Garis hijau putih polos yang membawa Celtic juara Liga Champions ini tanpa dilengkapi nomor punggung
Selain sukses meraih gelar Liga Champions, Glasgow Celtic juga berhasil mencuri perhatian karena jersey yang digunakan. Celtic pernah menggunakan kostum tanpa nomor punggung! Nomor hanya terdapat di celana, hingga akhirnya UEFA meminta Celtic untuk memasang nomor di punggung mereka.
3. Belanda (Johan Cruyff), 1974
Tampak jelas hanya terdapat dua garis hitam membujur di atas pundak dan lengan Cruyff serta nomor 14 pada celananya
Masalah sponsor, serupa seperti yang terjadi terhadap pebasket Michael Jordan pada Olimpiade Barcelona 1992, ternyata juga terjadi di dunia sepakbola. Johan Cruyff menolak memakai tiga garis yang menghiasi kostum tim Oranye pada Piala Dunia 1974 karena ia memiliki kontrak pribadi dengan Puma. Sebagai solusi, akhirnya hanya ada dua garis pada kostum Cruyff. Selain itu, Cruyff juga ngotot mengenakan nomor punggung 14, meskipun saat itu Belanda mengatur nomor punggung berdasarkan abjad pemain.
2. Prancis, 1984 dan 1998
Seragam yang dipakai Zidane saat juara Piala Dunia 1998 ini mirip dengan yang digunakan Michel Platini
Kostum Les Bleus pada Piala Eropa 1984 punya makna tersendiri bagi rakyat Prancis. Saat itu, Michel Platini berhasil membawa Prancis juara Euro 1984. Saat menggelar Piala Dunia 1998, Prancis memutuskan mengenakan kostum serupa seperti yang digunakan Platini pada 1984 dengan harapan Zinedine Zidane dkk. berhasil menjadi juara. Harapan itu terkabul, dan Zidane mengikuti jejak Platini mengangkat piala bergengsi bagi Prancis dengan kostum serupa.
1. Indonesia, 1956
Salah satu prestasi terbaik timnas Indonesia antara lain adalah lolos ke Olimpiade Melbourne 1956, dan bahkan sempat menahan imbang tanpa gol Uni Soviet, sebelum akhirnya Uni Soviet berhasil menggilas Indonesia pada partai ulangan dan kemudian berhasil meraih medali emas. Kostum hijau putih konon menjadi salah satu kostum yang digunakan tim Merah Putih saat itu dan kemudian sempat dipakai hingga 1981. Setelah hilang lebih dari dua dasawarsa, unsur hijau kembali hadir untuk kostum Piala Asia 2007. Kostum untuk Piala Asia 2007 itu mendapat sambutan hangat karena pemasaran yang cukup gencar dan dijual bebas, tetapi sayang kemiripan warna itu tidak mencapai keberhasilan yang sama seperti Prancis. Tim PSSI mampu tampil cukup baik pada Piala Asia 2007, tetapi kemudian harus mengakui kehebatan raksasa Asia lain dan setelah itu Garuda kembali meredup.

10 Selebrasi Unik Pesepak Bola Dunia

Setelah mencetak gol, para pemain sepak bola merayakannya dengan beragam cara. Menurut versi harian The Sun, hingga kini hanya ada sepuluh selebrasi yang dianggap paling unik. Selebrasi siapa saja yang unik tersebut? Simak saja di bawah ini.

1. Paul Gascoigne
Saat berlangsungnya Euro 1996 di Inggris, wartawan sempat memergoki Gascoigne pesta miras bersama Teddy Sheringham. Nah, ketika Gazza-sapaan akrab Gascoigne berhasil mencetak gol ke gawang Skotlandia, dia dan Sheringham melakukan selebrasi bak seorang pemabuk.

2. Eric Cantona
Publik tak akan pernah melupakan gol brilian Eric Cantona ke gawang Sunderland pada musim 1996-1997 lalu. Setelah melewati tiga pemain belakang, dia langsung men-chip bola masuk ke mulut gawang. Begitu bola menembus gawang, Cantona hanya diam terpaku.

3. Marco Tardelli
Mencetak gol di ajang Piala Dunia merupakan kebanggaan bagi seorang pemain. Ini juga dirasakan Marco Tardelli di ajang Piala Dunia 1982 silam. Selebrasi yang dilakukan Tardelli cukup unik. Begitu mencetak gol, dia langsung berlari dan meneriakkan namanya sendiri.

4. Stuart Pearce
Publik tak akan pernah melupakan ekspresi kepedihan Stuart Pearce, ketika dia gagal menjalankan tugasnya sebagai algojo dalam drama adu penalti di Piala Dunia 1990. Tapi, gaya uniknya ketika dia mencetak gol ke gawang Spanyol di perempat final Euro 1996, juga menjadi memori yang sulit untuk terhapus. Begitu tendangannya menembus gawang Spanyol, dia langsung berlari dan membusungkan dada ke arah suporter Inggris.

5. Craig Bellamy
Sebelum Liverpool melawat ke Nou Camp menghadapi Barcelona di ajang Liga Champions, Craig Bellamy sempat bersitegang dengan John Arne Riise di kamp latihan. Kabarnya, Bellamy sempat memukul Riise dengan stik gol. Nah, begitu Bellamy mencetak gol ke gawang Barcelona, dia langsung melakukan selebrasi seorang bak seorang pegolf.
6. Peter Crouch
Postur tubuhnya yang kurus dan jangkung kerap menjadi bahan tertawaan suporter. Tapi, Peter Crouch tak pernah minder. Dia membalas ejekan itu dengan cara yang elegan. Dimana, setelah berhasil mencetak gol, dia melakukan tarian robot. Itu dilakukan ketika Inggris menggelar uji coba lawan Hungaria dan Jamaika.

7. Jurgen Klinsmann
Jurgen Klinsmann punya reputasi buruk ketika masih menjadi pemain. Dia dikenal jago diving. Itu pula yang membuat fans bola Inggris kurang respek ketika Klinsmann memutuskan bergabung dengan Tottenham Hotspur. Nah, ketika Klinsmann mencetak gol lewat sundulan ke gawang Sheffield Wednesday, dia langsung berlari ke arah pendukung Spurs dan pura-pura terjatuh untuk menggambarkan kebiasaan divingnya.

8. Roger Milla
Dunia tak akan pernah melupakan Kamerun dan Roger Milla di Piala Dunia 1990 silam. Milla pantas dikenang karena saat itu usianya sudah menginjak 38 tahun. Toh dia mampu membawa Kamerun lolos perempat final lewat gol penentunya ke gawang Kolombia. Usai mencetak gol penentu, dia langsung berlari ke arah bendera sepak pojok. Di sana dia menyuguhkan tarian perut.

9. Temuri Ketsbaia
Nama Temuri Ketsbaia memang kurang familiar di telinga publik. Tapi, gaya selebrasi mantan bomber Newcastle United ini tergolong unik. Ketika dia mencetak gol ke gawang Bolton Wanderers pada 1999 lalu, dia langsung melepas kostum dan berlari ke arah papan iklan.

10. Facundo Sava
Aksi selebrasi Facundo Sava belakangan kerap ditiru pemain era sekarang, termasuk pemain yang merumput di pentas Liga Indonesia. Bomber Argentina yang membela Fulham itu, akan langsung mengenakan kostum Zorro jika dia berhasil mencetak gol. Kebiasaan itu dia pertahankan selama dua tahun membela Fulham.

Rabu, 16 Maret 2011

Wikileaks Sepakbola

Wikileaks Sepakbola

0 COMMENTS
wikileaks sepakbola
Wikileaks, organisasi internasional penerbit dokumen rahasia dan pembocor rahasia perang, apa menariknya bagi penggemar sepakbola?

Wikileaks ternyata juga mengungkap cerita-cerita di balik layar sepakbola hasil laporan intelijen Amerika. Inilah temuan Wikileaks yang menunjukkan daya tarik sepakbola sebagai mainan elite penguasa, diktator, hingga teroris.

Ahmadinejad Mengintervensi Sepakbola untuk Tujuan Politik
Negara yang paling sering disebut dalam bocoran Wikileaks adalah Iran. Dalam dokumen yang dibocorkannya, disebutkan pula intervensi Presiden Ahmadinejad terhadap persepakbolaan Iran.

Ahmadinejad menggunakan sepakbola sebagai alat untuk mendongkrak popularitas. Sang Presiden tanpa ampun memecat pelatih timnas setelah hasil buruk di Piala Dunia 2006. Namun intervensi itu justru membuat FIFA menjatuhkan skors untuk Federasi Sepakbola Iran.

Sebuah telegram diplomatik pada Juni 2009 mengungkap intervensi Ahmadinejad di sepakbola memicu ketidakpuasan rakyat Iran, yang bisa meluas hingga pemilihan umum. Nyatanya, pemilihan presiden berakhir rusuh karena Ahmadinejad diduga melakukan kecurangan masif.

Saudara Pemilik Manchester City Ingin Menghancurkan Iran
Pemilik Manchester City, Syekh Mansour, adalah saudara putra mahkota Abu Dhabi, Muhammad bin Sayed. Wikileaks membocorkan sebuah telegram diplomatik pada Mei 2005 yang berjudul 'MbS (Muhammad bin Sayed) soal Irak, Iran, dan Pakistan'. MbS menanyakan kepada Letjen Dunn tentang kemungkinan untuk menghancurkan lokasi berbahaya di Iran lewat serangan udara. 

Jika isi telegram itu bisa dipercaya, artinya pemilik Manchester City yang sekarang ini adalah bagian dari pemerintah yang secara aktif mendorong perang terhadap Iran. Syekh Mansour adalah pejabat pemerintah Uni Emirat Arab (deputi perdana menteri dan menteri urusan presiden).

Junta Myanmar Membuat Liga Baru untuk Menyenangkan Rakyat.
Pemimpin de fakto Myanmar, Jenderal Than Shwe, seempat berencana membeli Manchester United. Tapi rencana itu dibatalkan karena beberapa bulan sebelumnya terjadi bencana badai Nigris yang menewaskan hampir 150ribu penduduk Myanmar.

Uang yang sedianya dipakai untuk membeli MU, dialihkan untuk membuat liga profesional di Myanmar. Telegram diplomatik pada Juli 2009 berjudul 'Kroni Memunculkan Liga Sepakbola Baru' menyebut sang Jenderal telah menghubungi para pebisnis Burma untuk dijadikan pemilik klub. Telegram itu menyimpulkan bahwa liga baru merupakan cara rezim untuk mengalihkan perhatian rakyat dari problematika politik dan ekonomi.

Dalam telegram diplomatik lain berjudul 'Terbaru Soal Aktivitas Kroni Zaw Zaw', terungkap bahwa Zaw Zaw mengontrak cucu Jenderal Than Shwe untuk bermain di timnya. Zaw zaw sendiri adalah pengusaha yang menjadi kroni terdekat sang Jenderal, sekaligus pemilik klub Delta United.

Kerusuhan di Yordania karena Sepakbola
Wikileaks membocorkan telegram diplomatik tertanggal 28 Juli 2009 yang berjudul 'Pertandingan Sepakbola di Yordania Dihentikan Karena Yel-yel Antipemerintah dan Holiganisme Terhadap Orang Palestina'. Pertandingan itu menyingkap semakin runcingnya perseteruan antara penduduk belahan timur dan orang Palestina di Yordania. Dalam telegram itu juga dikatakan, "Diamnya Raja soal kejadian itu penting untuk dicatat, begitu juga keengganan kontak kita untuk mendiskusikan masalah itu".

Tuan Rumah Piala Dunia 2022 adalah Pusat Pendanaan Teroris
Saat Qatar ditunjuk menjadi tuan rumah piala Dunia 2022, kontroversi banyak yang muncul. Bahkan pejabat FIFA diduga ikut menikmati segepok berlian sebagai balas jasa telah memilih Qatar.

Wikileaks punya kontroversi lain lewat telegram diplomatik yang dibocorkannya. Menlu AS, Hillary Clinton, menyebut Qatar sebagai negara yang susah diajak bekerjasama menghambat aliran dana kelompok teroris.

Pada Desember 2009, Hillary menulis, 'Level kerjasama Qatar dan AS adalah yang terburuk di kawasan itu. Al-Qaida, Taliban, LeT (Laskar E Taiba), dan kelompok teroris lainnya memakai Qatar sebagai tempat pengumpulan dana'

Sumber : http://www.sepaxbola.info/2011/03/wikileaks-sepakbola.html

10 Rekor Menakjubkan Dari Nurdin Halid

10 Rekor Menakjubkan Dari Nurdin Halid

0 COMMENTS
nurdin halid dan gayus
Nurdin Halid sang ketua PSSI yang aneh tapi nyata. Kontroversi sudah lazim mengekor, namun belum ada yang bisa menguncangnya. Inilah 10 rekor Nurdin Halid yang sepintas tampak sensasional dan terkadang menggelitik urat kejenakaan.
Rekor 1: Anggota DPR TERSINGKAT
Nurdin Halid pernah mencetak sejarah sebagai anggota dewan yang paling singkat bekerja. Kejadian ini berlangsung tahun 2007. Sehari setelah dilantik menjadi anggota DPR menggantikan Andi Mattalatta, Nurdin divonis 2 tahun akibat tindak pidana korupsi dalam kasus pengadaan minyak goreng.

Rekor 2: SATU-SATUNYA ketua berstatus narapidana

"10 menit sebelum pertandingan dia (Nurdin) nelpon saya dari balik LP Salemba, minta wasit diganti." -IGK Manila (eks pengurus PSSI Bidang Wasit)

Nurdin adalah satu-satunya ketua umum PSSI yang menjalankan organisasi dari balik penjara. Menjabat Ketua Umum dengan status tahanan (2005 & 2007), menjalankan organisasi dan mengeluarkan kebijakan dari balik terali besi. Inilah salah satu rekor yang barangkali pantas masuk Ripley's Believe It or Not!

Rekor 3: Siaran langsung SATU-SATUNYA di TV
Nurdin adalah satu-satunya ketua induk olahraga di Indonesia yang mengumumkan susunan pengurus lewat siaran langsung televisi. Nurdin Halid, layaknya Presiden RI, pernah mengumumkan 'jajaran kabinetnya' di depan siaran langsung ANTV (17/11/2003).

Pengumuman susunan pengurus PSSI periode 2003-2007 itu dibacakan di kediamannya (kompleks Bukit Raffles, Jakarta Timur) bertepatan dengan pesta perayaan HUTnya yang ke-45. Pesta itu dihadiri 1000 undangan dan konon menghabiskan dana lebih dari dari satu milyar rupiah.

Rekor 4: Pemimpin federasai sepakbola 'TERGEMUK' di dunia 
Tak hanya badannya saja yang gemuk. Nurdin Halid adalah satu-satunya ketua federasi sepakbola di dunia yang menempatkan 124 orang dalam kepengurusan 2007-2011. Jumlah personel ini adalah yang terbanyak di dunia. Melebihi jumlah pengurus AFC, bahkan FIFA.

Rekor 5: Pemberi oleh-oleh TERMAHAL di Munas PSSI
Pada Munas PSSI 2007 di Makassar, Nurdin Halid memberikan uang saku Rp 1,5 juta kepada peserta Munas untuk membeli oleh-oleh ikan baronang.

Kata Nurdin kala itu, "Saya akan memberi uang saku Rp 1,5 juta kepada setiap peserta untuk membeli oleh-oleh ikan baronang untuk di bawa pulang. Tapi ingat, ini bukan money politic. Sekadar penghargaan saja kepada bapak-bapak sekalian."

Rekor 6: Penghasil prestasi TERBURUK di Indonesia
Pada era Nurdin Halid, Indonesia merasakan titik prestasi terendah sepanjang sejarah. Timnas pernah mencatat rekor tidak pernah menang selama 12 pertandingan berturut-turut (7 Desember 2008- 8 Oktober 2010). Di level ASEAN, pada AFF Cup 2007, tercipta rekor untuk pertama kalinya Indonesia gagal lolos ke semifinal. Di level Asia, Indonesia gagal lolos ke Piala Asia 2011, untuk pertama kalinya sejak 1996.

Selain itu, Indonesia juga merasakan Ranking FIFA terendah di urutan 153 (September 2006) pada era Nurdin Halid. Menurut catatan FIFA, rata-rata ranking Indonesia sepanjang masa adalah 112. Ranking tahun ini yang 120an pun masih di bawah rata-rata. 

Rekor 7: Ketua umum PSSI paling TERKENAL di Dunia
Popularitas Nurdin Halid bahkan sampai ke kancah dunia. Harian terkenal Inggris, Guardian, memberikan award '2010's best FA official' kepada Nurdin Halid. Guardian menyandingkan Nurdin bersama Vlatko Markovic, yang melakukan kecurangan ketika terpilih sebagai ketua FA Kroasia.

Sebelumnya pada tahun 2007, Nurdin juga pernah mendapatkan award 'Best official' dari Guardian.

Rekor 8: Ketua umum yang PALING HOBI menggelar event
Di era Nurdin, Indonesia pernah menjadi tuan rumah Piala AFF dan Piala Asia. Kesuksesan dua event tersebut yang menghasilkan banyak pemasukan tiket belum membuat PSSI puas.

Nurdin Halid nyaris menjadi pahlawan ketika dengan berani mencalonkan Indonesia sebagai tuan rumah Piala Dunia. Ketua tim penawaran Piala Dunia Indonesia, Joseph Tortulis, mengatakan bahwa total biaya yang disiapkan dalam proses pencalonan ini adalah Rp 250 miliar, diperuntukkan untuk biaya operasional, konsultan partner, promosi, serta lobi-lobi.

Seperti dugaan banyak orang, akhirnya Indonesia memang tidak terpilih, dan uang miliaran rupiah itu berhamburan sia-sia.

Rekor 9: Ketua induk olahraga dengan 'FANS TERBANYAK'
Ada banyak sekali halaman facebook yang memakai nama Nurdin Halid, walaupun tidak satu pun yang asli dibuat oleh Nurdin. Semuanya adalah karya suporter sepakbola Indonesia. Dan inilah salah satu halaman facebook Nurdin Halid dengan fans terbesar: 
1 Juta Facebookers dukung Nurdin Halid Mundur

Rekor 10: Manusia TERKEBAL
Walau digoyang dengan gejolak tuntutan mundur, Nurdin masih bercokol di singgasananya. Presiden tak bisa campur tangan, Menpora tidak mampu menjamahnya. Kongres Nasional Sepakbola (KSN) ternyata juga gagal total. 

"Saya tegaskan sekali lagi saya tidak akan pernah mundur!,"
demikian Nurdin pernah berujar. 


Sumber: Sepaxbola

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More